KETERAMPILAN BERPIKIR
KETERAMPILAN BERPIKIR
DISUSUN
OLEH
KELOMPOK
7 :
1. Anitah (1830203085)
2. Ayu Andira (1830203088)
Dosen Pengampu : Dr. Saipul Annur, M.Pd
PROGAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS IlMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH
PELEMBANG 2019
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Pendahuluan
Salah satu cabang psikologi
yang amat penting adalah keterampilan berfikir. Ketrampilan berfikir diharapkan
dapat mengoptimalisasi perkembangan anak didik khususnya perekembangan anak
didik khususnya perkembangan intelegensi anak. Hal ini berarti guru perlu
menguasai keterampilan berfikir untuk di terapkan dalam setiap tahap dalam
proses pengajaran.
Semua anak akan mengalami
dan melawati setiap tahap dan perkembangan berfikir yang bersifat relatif
karena amanlt ditentukan oleh kematangan fisiologis masing-masing anak yaitu
kematangan pertumbuhan struktur saraf yang di perlukan untuk setiap tahap.
Setiap tahap menampilkan jenis berfikir tertentu.
Mengasah
ketrampilan berpikir merupakan salah satu kompetensi yang sangat penting dalam
membangun pilar belajar yang bernilai untuk membangun daya kompetensi bangsa
dalam meningkatkan mutu produk pendidikan.Kemampuan berpikir merupakan
kecakapan mengolah pikiran untuk menghasilkan ide-ide baru agar produk bangsa
ini tidak kalah oleh produk bangsa lain.
BAB II
PEMBAHASAN
B. Keterampilan Berpikir
1. Definisi Kaeterampilan Berfikir
Pendapat para ahli mengenal
berfikir itu bermacam-macam. Misalnya ahli-ahli psikologi asosiasi menganggap
bahwa berfikir adalah kelangsungan tanggapan-tanggapan dimana subjek berfikir
fasif. Plato beranggapan bahwa berfikir itu adalah berbicara dalam hati.
Sehubungan dengan pendapat. Plato ini adalah yang mengatakan berfikur adalah
aktivitas ideosional. Pada pendapat yang terakhir itu dikemukakan dua
persyaratan, yaitu:
a. Bahwa berfikir adalah aktivitas, jadi subjek yang berfikir
aktif
b. Bahwa aktivitas sifatnya ideasional bukan sensoris dan
bukan motoris walaupun dapat disertai oleh kedua hal itu menggunakan abstraksi-abstraksi atau
ideal
Disamping itu, pengertian berfikir adalah meletakkan hubungan
antara pengetahuan. Berfikir merupakan proses yang "dialektis"
artinya selama kita berfikir, pikiran kita dalam keadaan tanya jawab untuk
dapat meleatakkan hubungan pengetahuan kita. Dalam berfikir kita memerlukan
alat yaitu akal. Hasil berpikir itu dapat mewujudkan dengan bahasa.
Adapun hubungan-hubungan yang terjadi dalam proses berfikir,
mliputi : hubungan musabab, hubungan tempat, hubungan waktu, dan hubungan
perbandingan.
Sedangkan proses yang di lewati dalam brrfikir, meliputi:
1. proses
pembentukan pebgertian adalah menghilangkan ciri-ciri umum dari sesuatu,
sehingga tinggal ciri khas dari sesuatu tersebut.
2. pembentukan
pendapat yaitu berfikir kita menggabungkan (menguraikan) beberapa pengertian
sehingga menjadi masalah itu.
3. pembentukan
keputusan yaitu pikiran kita menggabungkan-menggabungkan pendapat tersebut.
4. pembentukan
kesimpulan, yaitu pikiran kita menarik keputusan-keputusan dari keputusan yang
lain.
2.
Program pengembangan keterampilan berfikir
Menurut Piaget perkembangan berfikir anak dapat di kelompokkan
menjadi tiga, meliputi:
a. tahap
berfikir sensori motor (0-2 tahun). Tahab berfikir sensori motor tampil sebagai
prilaku preverbal dan belum mrnggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol. Anak
melakukan kontak dengan dunia luar melalui skema refleks yang di bawa sejak
lahir yang menyenbabkan anak memiliki kemampuan koordinasi antara tubuh dan
perasaan sendiri.
b. tahab
berfikir preoperasional (2-7 tahun). Berfikir prekonseptual sudah di mulai
adaptasi dengan menggunakan tanda-tanda simbol, khususnya simbol bahasa
(kata-kata) dan terbentuknya kesan-kesan yang banyak dilakukan melalui bermain
dan meniru.
c.
tahab berfikir operasional (7-16 tahun). Merupakan proses internalisasi suatu
aktivitas mental yang prosesnya bisa kembali kepada titik awal berfikir dan
bisa terintegrasi dengan kegiatan-kegiatan lain.
Adapun strategi mengajar untuk
keterampilan berfikir dituntut untuk mampu memperhatikan berbagai perbedaan
baik yang terdapat pada anak didik maupun pada guru serta lingkungan
pendidikan. Adaun strategi berpikir meliputi:
a. Berfikir mengingat adalah prilaku memanggil kembali hal-hal
khusus seperti fakta, ide, definisi, konsep dan generalisasi.
b. Berfikir mengulang adalah menggunakan model meniru suatu
keterampilan, seperti mnegikuti petunjuk-petunjuk bagaimana menjumlahkan dua
pecahan yang tidak sama penyebutnya.
c. Berfikir ketimbang adalah
berfikir kritis dengan menghubungkan peristiwa-peristiwa khusus dengan
prinsip-prinsip umum atau konsep umum untuk menemukan sesuatu alasan mengapa
sesautu itu begitu, misalnya; mengapa
penyebut pecahan harus di samakan terlebig dahulu sebelum di jumlahkan.
d. Berfikir reorganisasi atau berfikir kreatif adalah perluasan
pengetahuan ketika menghadapi konteks yang baru ataupun dalam kaitan untuk
pemecahan masalah dengan hasil produk yang optimal.
e. Berfikir menghubungkan adalah meletakkan hubungan anatara
pengetahuan yang baru saja dipelajari dengan pengalaman pribadi yang sudah di
miliki.
f. Berfikir reflektif adalah mengekspolorasi pikiran untuk
mempertanyakan tentang berfikir itu sendiri.
Assocation For Supervison and Curiculum Developmen disingkat ASCD
mengemukakan empat kategori strategi mrmgajar untuk pengembangan berfikir anak.
a. Strategi directive adalah
strategi mengajar pendidikan berfikir yang bertuuan membantu a nak didik untuk memperoleh dan menguasai fakta, ide dan
keterampilan.
b. Mediative adalah strategi mengajar yang bertujuan mebantu anak didik untuk
mengembangkan reasoning atau mempertimbangkan konsep dan pemecahan masalah.
c. Generative adalah
strategi yang bertujuan untuk membantu anak didik untuk mengembangkan cara-cara
pemecahan baru, pengembangan wawasan dan kreativitas.
d. Collabarative adalah
strategi yang membantu anak didik belajar mengadakan hubungan s atu sama lain dan bekerja secara koopeartif dalam berkelompok.
Secara garis besar efek
instruksional yang timbul dari peneralan model mengajar kemampuan berfikir
adalah berkembangnya aspek-aspek kognitif tertentu yang sengaja di pilih
sedangkan efek pengiringnya secara tidak langsung ikut di kembangkan aspek
sosio-emisional dan juga aspek-aspek lain dari kognitif itu sendiri.
Keterampilan
berpikir adalah keterampilan kognitif
untuk memunculkan dan mengembangkan gagasan baru, ide baru sebagai pengembangan
dari ide yang telah lahir sebelumnya dan keterampilan untuk memecahkan masalah
secara divergen (dari berbagai sudut pandang). Dalam penelitian ini
keterampilan berfikir yang diukur
mencakup empat aspek (William dalam Munandar, 1987: 88-91) yaitu: (1) fluency
(berpikir lancar), (2) flexibility (berpikir luwes), (3) originality (orisinalitas
berpikir), (4) elaboration (penguraian)
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari
uraian diatas tugas utama Guru dalam mengelola pembelajaran untuk mengasah ketrampilan siswa berpikir
kreatif mencakup peningkatan ketrampilan
guru dalam merancang scenario mengelola kelas,merancang perencanaan
pembelajaran melalui perumusan RPP, menerapkan rencana pembelajaran dalam
kegiatan belajar siswa, menilai proses hasil belajar dan mengevaluasi
pembelajaran. Dalam bahasan ketrampilan
berpikir dapat disimpulkan sebagai berikut:1.)
Berpikir adalah suatu keterampilan yang berguna bagi manusia untuk
meraih pengetahuan sebanyak-banyaknya. 2.)Keterampilan berpikir
dapat diajarkan di sekolah melalui cara-cara langsung dan sistematis, dapat
diselenggarakan pada semua bidang studi di sekolah dan dapat pula
diselenggarakan pada program tersendiri. 3.)Pokok bahasan yang
diutamakan pada pelajaran keterampilan berpikir adalah proses berpikir bukan
produk berpikir. 4.)Terlebih dulu siswa
harus menggunakan keterampilan berpikir menurut cara-cara sendiri, kemudian
berangsur-angsur menggunakan keterampilan berpikir yang diajarkan guru di
sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Hossoubafi,Z.
Devaloving Creative and Critical Teknik
Skills ( Terjemaha ) . 2004. Bandung : Yayasan Nuansa Cendia
Drs. Saipul Annur , M.pd . PISIKOLOGI PENDIDIKAN .2019 . Palembang : CV. AMANAH
Apakah logika dan berfikir itu sama ? Jelaskan menurut pemateri ?
BalasHapusMenurut saya logika dan berpikir itu sama Karen, Berpikir adalah suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak. Walaupun tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kerja otak, pikiran manusia lebih dari sekedar kerja organ tubuh yang disebut otak. Kegiatan berpikir juga melibatkan seluruh pribadi manusia dan juga melibatkan perasaan dan kehendak manusia. Sedangkan logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana objek materialnya adalah berpikir dan logika juga bisa dikatakan jalan pikiran yang masuk akal.
HapusApakah seseorang yang ingin selalu berdebat, termasuk dari keterampilan berpikir?
BalasHapusIya debat termasuk dari keterampilan berpikir karena debat berdampak positif untuk melatih kererketeram berpikir kritis bagi peserta didik . Dalam diskusi strategi debat aktif merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik peserta didik.
HapusApakah seseorang yang ingin selalu berdebat, termasuk dari keterampilan berpikir?
BalasHapusYa tentu saja, di karenakan perdebatan itu memacu supaya otak berfikir lebih kreatif. Maka itu termasuk keterampilan berfikir
HapusDari berbagai strategi yang dijelaskan, menurut pemakalah manakah strategi yang paling efektif dalam pengembangan keterampilan berpikir untuk anak didik usia 13-15 tahun(SMP)?
BalasHapusTolong jelaskan secara harfiah apa arti dari Assocation For Supervison and Curiculum Developmen ?
BalasHapusArti dari ASCD tersebut ialah asosiadi untuk pengawasan dan perkembangan kurikulum
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusProses apa saja yang terjadi pada tahap pra-operasional ?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusbagaimana cara kalian menerapkan keterampilan berpikir dalam belajar mengajar tingkat sekolah menengah?
BalasHapusFaktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dalam keterampilan berpikir?
BalasHapus1. Faktor kondisi fisik
Hapus2. Faktor kecemasan
4. Faktor motivadi
4. Faktor perkembangan intelektual
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusapa maksud dari association for supervision and curiculum development?
BalasHapusIalah asosiasi untuk pengawasan dan perkrmbangan kurikulum
HapusBagaimana cara mengasah keterampilan berpikir di bidang yg belum kita pahami sama sekali ataupun kenal sama sekali, mohon penjelasannya ?
BalasHapusApa dampak negatif bagi seseorang yang memiliki tipe berfikir secara berlebihan?
BalasHapusDampaknya ialah mereka akan mengalami yang namanya psychosomotic atau rasa sakit di tubuh (fisik) karena kecemasan berlebihan dan pada akhirnya akan menyebabkan stres lalu berlanjut menjadi depresi. Jika mecapai depresi maks bisa di katakan sebagai gangguan psikologi
HapusDampaknya ialah mereka akan mengalami yang namanya psychosomotic atau rasa sakit di tubuh (fisik) karena kecemasan berlebihan dan pada akhirnya akan menyebabkan stres lalu berlanjut menjadi depresi. Jika mecapai depresi maks bisa di katakan sebagai gangguan psikologi
HapusBagaimana cara mengatasi anak yang lola ( lambat loding) dalam berfikir di dalam belajar?
BalasHapusMengapa pentingnya untuk menanamkan strategi berfikir pada anak sejak usia dini?
BalasHapusKarena Anak anak adalah salah satu penerus bangsa yang harus dijaga, oleh karena itu kita sebagai orang yang lebih tua dari pada anak anak kita diwajibkan untuk menanamkan strategi dalam berpikir pada anak sejak usia dini, karena sejak usia dini ini lah anak anak belajar dan mengingat untuk pertama kalinya apa yang diberikan oleh orang tua maupun guru saat disekolah, jika orang tua dan juga guru salah dalam menanamkan strategi berpikir pada anak, maka anak tersebut mungkin tidak akan mempunyai pemikiran yang jelas dan terarah yang akan dipakai anak anak tersebut saat dewasa nanti.
Hapus(Dita Aprilia)Adakah hubungan antara pola pemikiran anak terhadap pembentukan mental pada anak?
BalasHapusAda. Karena pola pemikiran pada anak harusnya telah ditanamkan selaras dengan pembentukkan mental pada anak, karena anak anak itu rentan untuk dipengerahu pemikiran dan juga kekuatan mentalnya, selain umur pada anak relatif masih kecil maka pengaruh baik maupun buruk dapat mempengaruhi pola pemikiran dan juga kekuataan mental pada anak, jadi jika kita sebagai orang tua maupun guru ingin mendapatkan anak anak kita pintar dan juga kuat mentalnya maka pendidikan harus lah setara dengan pengajaran tentang mentalitas seperti mengajarkan anak anak kita tentang pentingnya ilmu bela diri yang akan bisa membentuk kekuatan mental pada anak anak itu sendiri
HapusAda. Karena pola pemikiran pada anak harusnya telah ditanamkan selaras dengan pembentukkan mental pada anak, karena anak anak itu rentan untuk dipengerahu pemikiran dan juga kekuatan mentalnya, selain umur pada anak relatif masih kecil maka pengaruh baik maupun buruk dapat mempengaruhi pola pemikiran dan juga kekuataan mental pada anak, jadi jika kita sebagai orang tua maupun guru ingin mendapatkan anak anak kita pintar dan juga kuat mentalnya maka pendidikan harus lah setara dengan pengajaran tentang mentalitas seperti mengajarkan anak anak kita tentang pentingnya ilmu bela diri yang akan bisa membentuk kekuatan mental pada anak anak itu sendiri
HapusApa yang harus dilakukan guru jika mendapati siswa yang memiliki kemampuan berpikir dibawah rata-rata?”
BalasHapusBagaimana cara meningkatkan keterampilan berfikir kepada anak didik
BalasHapus